24 January 2008

Rayakan Valentine's Day bersama Agnes Monica & VJ. Daniel

vario_love_1.jpg

Kalo kamu ingin mengekspresikan arti dan makna Honda Vario bersama pasangan atau sahabat dekat, ayo ikuti:

Vario AbsoLovely Photo Contest !

dan menangkan Paket Perayaan Valentine di Bali bersama Agnes Monica dan VJ Daniel serta 1 unit Honda Vario !

vario_love_2.jpg

200 paket servis gratis di AHASS selama 1 tahun

*untuk 200 orang pendaftar pertama

Mau ikutan ? Langsung aja kunjungi Link ini : http://www.variolove.com/

Read More...

22 January 2008

Rangkaian Sistem stater Karisma

Ingin tahu rangkaian kelistrikan bagian Stater motor Karisma?
nih saya kasih gambar rangkaiannya, biar bikers bisa analisa sendiri bilaman ada kerusakan yang berhubungan dengan sistem starter motor karisma sampeyan.
nih gambarnya!
berikut juga saya berikan penjelasan cara kerja rangkaian tersebut...
Penjelasan :
  1. Perjalanan arus dimulai dari Battery
  2. arus 12 volt masuk ke stater relay (bendix) dan menuju ke fuse 12Adengan kabel warna merah(red) lalu ke kunci kontak.
  3. pada saat kunci kontak On, arus dari battery diteruskan lewat kabel merah-hitam menuju ke fuse 10A lalu dengan kabel warna hitam menuju ke relay stater(bendix)
  4. dari bendix keluar kabel warna kuning-merah menuju ke tombol stater.
  5. dari tombol stater kabel berwarna hijau yang menuju masa.
  6. pada saat tombol stater ditekan, ada arus yang masuk ke bendix stater, sehingga terjadi elektromagnetik didalam komponen tersebut dan mengakibatkan bendix stater bekerja,
  7. sehingga kabel warna merah dari stater mendapatkan arus dari battery,
  8. kemudian motor stater berputar.
Posisi komponen :
  • battery & fuse 10A,12A - didalam bagasi
  • relay stater (bendix) - didalam bagasi (disamping tutup battery)
  • motor stater - di atas blok mesin
Read More...

19 January 2008

Kiprok Imitasi Murah!!! tapi MAHAL!!!

Sudah menjadi kisah nyata bahwa kebanyakan orang punya motor, terutama yang punya duit pas-pasan, saat menemukan kiprok / regulatornya rusak, lalu ngecek harga Originalnya ternyata harganya selangit. akhirnya pakai produk imitasi atau kwalitas nomer 2. dipakai sebulan, langsung jebol lagi, jebol lagi dan jebol lagi.

Sebagai contoh milik Honda Grand. asli buatan Honda Genuine Parts harganya Rp. 103.000,-. ketimbang mahal, akhirnya pilih barang murah alias imitasi yang harganya Rp. 50-60 ribuan.
murah banget donk!!!
tetapi sebulan atau dua bulan kemudian, aki enggak bisa ngisi lagi lantaran kiprok jebol, gejalanya lampu depan redup-redup..., terpaksa ganti lagi yang baru.
bukan hanya itu, mending jika kiproknya nggak mau ngisi aja, coba kalo kiprok bisa ngisi tetapi karena dioda zener didalam kiprok rusak, pengisian menjadi over, akibatnya dapat merusak sel-sel didalam aki, jadi selain sampeyan ganti kiprok, juga harus ganti aki baru.

belajar dari kejadian itu, makanya saya menyarankan kepada bikers semua, untuk beli yang asli, sebab pakai palsu jatuhnya lebih MAHAL. Meski harga regulator Grand orisinil diatas 100 ribu, tetap lebih murah lantaran dipakainya bisa lima tahun.

Ingat! jangan salah beli, berikut part numbernya:

Tipe Grand/Supra = 31600-KRS-971
Tipe Tiger = 31600-KG1-920
Tipe Supra X125 = 31600-KTM-N01

untuk itu, meski sekali lagi gunakan spare parts orisinil yang direkomendasikan pabrikan demi kenyamanan anda dalam berkendara sehari-hari dan juga kenyamanan kantong belanja anda. :-)
Regulator tidak seperti komponen listrik lain. Sistem kerjanya tidak bisa ditawar-tawar. Selain mengubah arus AC menjadi DC juga membatasi arus listrik jangan sampai berlebihan.
Read More...

Bore Up Honda Legenda / Supra

Mendongkrak tenaga mesin Honda 100cc itu susah-susah gampang. penyebabnya, jarak keempat baut silinder terlalu dekat dengan liner atau boring. karena terlalu dekat, susah untuk dibore up gede-gedean, itu karena pilihan diameter piston pengganti jadi terbatas.

kalo enggak tahu cara mengakalinya, memang begitu. tanpa geser baut mesin, paling besar hanya bisa pakai piston 54-55 mm. itu pun, boring sudah tipis dan mesin jadi cepat panas.

untuk mengakali masalah ini, honda legenda dengan 100 cc bisa adopsi piston honda Sonic dengan diameter piston 58 - 60mm.

yang mesti dilakukan pertama kali adalah bongkar seluruh mesin, artinya bagian crankcase juga ikut dibuka.

setelah itu, bubut bagian mulut crankcase yang menghadap pantat blok silinder sebanyak 3mm. bagian crankcase tetap kudu dibubut agar boring baru bisa masuk.

kemudian lanjut ke silinder blok sendiri, sebelum memasang atau menentukan liner piston baru, kudu bilang ke tukang bubut, jelaskan papas bagian blok yang punya jarak renggang dengan baut blok sebanyak 2 mm.

jika langkah pertama sudah, lanjut membubut bagian blok yang berjarak lebih rapat. minta ke tukang bubut untuk menyamakan diameter agar berbentuk bulat sepenuhnya.

tapi tukang bubut pasti sudah tahu harus bagaimana selanjutnnya, karena mereka juga biasanya sudah berpengalaman.

nah... setelah itu baru pasang liner baru dengan diameter 60,5 mm, lalu tinggal pasang piston. mau ukuran 58 atau 60 mm, tinggal tentukan sesuai kebutuhan.

setelah semua proses diatas dilakukan, sudah tentu kompresi melonjak dan tenaga lebih yahut..., karena kompresi tinggi, maka alangkah baiknya jika menggunakan bahan bakar dengan angka oktan tinggi, untuk menghindari ngelitik karena knocking.

demikian, silahkan coba. referensi : (motorplus-19/01/08)
Read More...

05 January 2008

Honda CBR 1000 RR Fireblade

Kevin Ash tests the new Honda CBR1000RR Fireblade

A little bit faster, a little bit lighter, a little bit more compact than before… So goes the well-tried formula that's marked the progress of sports bikes since the first Fireblade turned the niche upside down in 1992.

Back then, the world's fastest bikes had been getting bigger, heavier and more powerful in their quest for rival-crushing speed, a trend Honda's senior designer, Tadao Baba, bucked dramatically by gaining performance through losing weight. Hence the original Fireblade produced less power than its rivals from its smaller 893cc engine at 122bhp, but with its ruthlessly pared 408lb dry weight, it simultaneously consigned the rivals to a pillion passenger's worth of surplus metal. It was faster in a straight line, would vanish given some corners and it put the "sport" back into sports bike.

It took Yamaha another six years to see the light(ness), Suzuki even longer and Kawasaki well into the next century, but now all are following Honda's path with the zeal of religious devotees and sports bikes are the better for it. No room then for further revolutionary conversions, but Honda, it seems, has done it again with the 2008 Fireblade, albeit in a more restrained fashion.
Read More...